TENTANG: ALIE DAN TUJUANNYA!
| Pic: (Logo: Komunitas Alie) |
Oleh: Yagai Kigodi Wiyai
Sekilas Perjalanan Alie:
ALIE adalah nama perkumpulan anak yang lahir dan besar di enarotali. Nama Alie sendiri berangkat dari nama besar Tim sepak Bola yang pada tahun 1970-an berlaga di persepakbolaan liga bergengsi di Enarotali Kabupaten Paniai.
Setiap kali tim sepakbola Alie bertanding, selalu saja mendapat juara hingga dari tim sepak lain tidak terima kemenangan Alie berkelahi. Dari aksi-aksi tim sepakbola Alie, selalu saja mengangkat harkat dan martabat anak lahir dan besar Enarotali serta mengangkat juga harkat dan martabat Manusia Mee Papua yang saat itu distigma orang bodoh dan pemakan manusia.
Kemengan-kemenangan tim sepakbola Alie itu juga mampu meredam inisiatif kekerasan terhadap orang asli Papua (OAP) dengan operasi militer antara lain: operasi militer Rajawali, tumpas dan berbagai sandi operasi militer lainya di Enarotali Paniai Papua.
Kemudian Alie sendiri bergerak secara berdialetika; dari ide yang satu ke yang lain sehingga pada tahun 2000-an para intelektual Alie berpikir untuk melakukan pengorganisiran terhadap basis-basis massa yang dimiliki oleh Alie itu sendiri.
Pada tahun 2015 terbentuk tim penggerak yang di ketuai oleh Naftali Gobai, S.IP tuk melakukan pembentukan Badan Formatur Musyawarah Besar (Mubes) Alie KE-I, dan melalui kerja keras dari tim penggerak maka terbentuklah badan formatur yang ketuai Oleh Gobay Abehu , ST dan Amos Kayame, S.H sekretaris serta Bernard Gobai sebagai anggota.
Mubes Alie ke-I terlaksana pada tahun 2018, Alie diorganisir dan memiliki dasar hukum yang tetap kemudian Alie di sebut sebagai " Komunitas Anak Lahir-Besar Enarotali se-Indonesia." Dalam mubes ke-I Eman Goo, And. Kep. Terpilih sebagai ketua umum BPH Alie se-Indonesia periode 2018-2020.
pada Tahun 2020 komunitas Alie melakukan rapat secara terbuka oleh BPH Alie untuk melakukan Mubes Ke-2. dalam rapat tersebut hanya lakukan penunjukan badan Formatur mubes Alie ke-II dan Amos Kayame, SH. kembali ditunjukkan sebagai ketua dan Bertinus Gobai, S.Sos Sekretaris serta Maikel Kayame sebagai anggota badan Formatur Mubes Alie ke-II.
Tujuan Alie:
Sesuai dengan Dialetika realitas yang tengah terjadi di Enarotali Paniai dan pada umumnya di Papua; kita dituntut untuk melakukan pengorganisiran basis-basis massa produktif dalam rangkah melakukan Revolusi mental para generasi muda yang nyatanya tergehoni dengan berbagai penyakit sosial yang mengantongi alam pikir pemuda.
Bagi Alie, penyakit sosial adalah musuh abadi yang harus dibasmikan dari kota Enarotali Paniai Papua. Karena dengan kehadiran penyakit sosial itu, sudah, sedang dan akan memakan nyawa manusia Papua yang usianya produktif dan/atau muda.
Selain lawan penyakit sosial, Alie juga bertujuan untuk mempersatukan seluruh orang Papua untuk melakukan Reformasi, restorasi, inovasi, dan revolusi. Agar orang Paniai bersatu membangun negeri Paniai dengan hati yang tulus tuk merubah wajah Paniai sepeti sediakala yang harmonis antara Alam leluhur, Ugatame dan manusia.
Alie bukan hanya milik anak Lahir-Besar Enarotali. Tetapi, lebih dari adalah milik orang paniai Papua untuk mempersiapkan dan mencetak kader-kader pemimpin yang siap bersaing di berbagai organisasi kepemudaan maupun politik lainya.
Alie tidak tertutup, tetapi terbuka untuk berafiliasi dengan organisasi apapun demi goal yang sudah targetkan secara kolektif dan kolegial demi pertumbuhan berbagai sektor yang kini sudah menjadi pemenuhan kebutuhan mendasar basis pergerakan perubahan.
Kesimpulan:
ALIE se-Indonesia akan dijadikan sebagai organisasi promotor pergerakan perubahan secara jasmani maupun Rohani demi menciptakan Paniai yang bebas dari diskriminatif oleh iblis maupun manusia.
Alie bukan tempat hanya mencari sensasi publik, tetapi Alie adalah tempat memperbesar basis persatuan demi kemajuan persatuan dan kesatuan orang Mee. Alie milik semua orang Paniai Papua yang mencintai perubahan. Demi mewujudkan cita-cita Manusia Mee adalah manusia sejati yang mengutamakan Rasionalitas dan berlandaskan pada filosofi orang Mee: " Dou, Gai, Ekowai"
Persatuan Nasional harus dibangun dari basis kecil ke yang Besar demi mencapai cita-cita leluhur sebagai amanat agung yang diwariskan oleh para pelopor pengangkat harkat dan martabat Sebagai satu bangsa yang tak boleh didiskriminasi oleh apapun dan siapapun serta kepentingan apapun.
Alie itu; tentang kecintaan terhadap bumi dan manusia Meepago-Papua.
Eropa, 02 Januari 2022.
Post a Comment