GANGGUAN KEAMANAN UNTUK PON PAPUA, DARI KELOMPOK " BINAAN DAN TERLATIH, " BUKAN DARI KNPB.
![]() |
| Pic: Marinus Yaung/Akademisi Universitas Cenderawasih Jayapura-Papua |
By. Marinus Mesak Yaung.
Kepada Yang Terhormat Kabid Humas Polda Papua Di Jayapura, Papua.
Saya membaca rilis Polda Papua dan saya simpulkan rilis berita tersebut belum bisa dikatakan sebuah kebenaran. Menurut hemat saya, keliru dan menyesatkan laporan intelejen yang bapak terimah di meja bapak. Laporan intelejen yang berasumsi bahwa Komite Nasional Papua Barat ( KNPB ) akan menimbulkan gangguan keamanan untuk menggagalkan PON XX Papua. Sejauh ini, tidak ada agenda KNPB tersebut. Laporan intelejen yang ke meja bapak itu, laporan keliru dan boleh saya katakan bagian dari modus kejahatan negara di Papua. Modus merawat kepentingan bisnis militer di Papua.
Saya dapat laporan sedang terjadi transaksi senjata dan amunisi di Jayapura dan Timika. Saya menantang Polda Papua untuk mengungkap aktor dan motif dibalik transaksi senjata dan amunisi ini. Dulu dalam suatu webiner Pangdam Cenderawasih sampaikan ke kami, akan tembak mati pelaku jual beli senjata dan amunisi, jika kejahatan tersebut dilakukan anggota TNI.
Saat ini sedang berlangsung transaksi senjata dan amunisi. Saya berharap sudah termonitor Polda Papua. Senjata dan amunisi tersebut produksi PT. Pindad, Bandung. Bukan Produksi KNPB di Jayapura atau Wamena. Tidak ada pabrik senjata di Jayapura. Permainan intelejen untuk menciptakan isu keamanan, agar negara membenarkan operasi militer dengan kekuatan berlebihan, sudah menjadi pengetahuan umum orang Papua.
Polda Papua segera ungkap siapa aktor dibalik transaksi senjata otomotis dan amunisi di Jayapura. Modusnya dan tujuanya harus diungkap. Jangan lindungi para pelaku kejahatan ini dengan mengalihkan isu ancaman keamanan dari KNPB.
Pola - pola melindungi pelaku kejahatan dan melanggengkan impunitas pelaku pelanggaran ham, sudah membuat orang Papua takut dan gelisah dengan masa depannya bersama Indonesia. Sudah membuat nyawa orang Papua tidak ada harganya. Karena konflik dan kekerasan di Papua, hampir seluruhnya by design dan telah menghilangkan banyak nyawa orang Papua.
Tugas KNPB adalah melindungi nyawa orang Papua. KNPB bercita - cita memerdekaan Papua sebagai jalan atau solusi melindungi dan menyelamatkan orang Papua. Jalan pikiran adik - adik KNPB ini keliru dan sulit dicapai. Tetapi saya tidak bisa memaksakan pendapat saya untuk diterimah oleh mereka. Saya mengasihi mereka dan hanya bisa berdoa untuk adik - adik KNPB.
Mereka jangan dikambing hitamkan untuk operasi keamanan negara menjelang PON Papua. Polda Papua harus segera ungkapkan " operasi senyap " oknum - oknum terlatih dan sudah terbina yang ingin mengacaukan pelaksanaan PON Papua.
Oknum - oknum ini dengan mudahnya dapat senjata dan amunisi. Mereka dagangkan di kota Jayapura dan Sentani. Mereka tahu dua kota ini tempat pembukaan dan pergelaran PON Papua. Kenapa mereka berani melakukan transaksi alat perang mematikan ini. Mereka sesungguhnya ancaman keamanan serius terhadap pelaksana PON Papua.
Teman saya, tadi malam menyampaikan ke saya bahwa kelompok terlatih ini ingin mengalihkan perhatian isu ladang emas blok wabu yang melibatkan petinggi - petinggi mereka, dengan kambing hitamkan KNPB sebagai ancaman PON Papua.
Menurut saya, pikiran teman saya seperti ini karena banyaknya kasus pelanggaran ham yang diadvokasinya, dan dia juga termasuk dalam tim penelitian ladang emas blok wabu, Intan Jaya, Papua. Asumsinya masuk logika dan bisa diterimah.
Papua memang didesain untuk menjadi ladang konflik dan kekerasan. Kelompok terlatih adalah aktor lapangan yang selalu merawat konflik dan kekerasan dengan cara - cara profesional dan terencana. Polda Papua harus segera tangkap mereka. Jangan biarkan mereka bebas berkeliaran menjelang PON XX Papua dari tanggal 2 - 15 Oktober 2021.
Terimakasih.

Post a Comment