Otsus: Neokolonialis Indonesia di West Papua.
![]() |
| Pic: Logo.Universitas Kaki Abu |
Penerapan Otsus di West Papua adalah model Neo-kolonialis Indonesia di West Papua. Model ini, memang sebuah modifikasi gaya baru penjajahan di West Papua oleh Indonesia. Indonesia mengikuti model kolonialis yang pernah digunakan oleh ROMA.
Berikut beberapa contoh:
1. Pemekaran Provinsi dan Kabupaten-kabupaten adalah cara Neo-Kolonialis Indonesia di West Papua untuk mengatur wilayah yang ditaklukkan tanpa harus memerintah mereka secara langsung.
Neo-kolonialis Indonesia menyerahkan urusan administrasi pemerintahan kepada pemerintah daerah /local. Pemerintah Lokal ini membentuk Eksekutif, Legislatif dan Yudikatif yang loyal pada UUD 1945 dan Pancasila, sebagaimana di Roma dahulu mereka loyal pada Konstitusi Romawi.
2. Pemberlakuan UU Otsus sebagai salah satu kopian dari colonial Romawi yang mana daerah tersebut memiliki struktur pemerintahan tertentu dan bebas, dalam berbagai tingkatan tergantung pada status masyarakat, untuk mengelola urusan mereka sendiri.
Praktek kolonial Romawi sedang dipraktekkkan oleh Indonesia di West Papua. Seperti hal Roma membagi koloni menjadi dua kelas, coloniae civium Romanorum ("koloni warga Romawi") dan coloniae Latinorum ("koloni orang Latin"), tergantung pada hak politik masing-masing.
Neo-kolonialis Indonesia menempatkan orang Papua sebagai warga kelas dua “BINATANG” yang memiliki keterbatansan hak-hak tertentu.
Seperti halnya, pemberlakuan terhadap wilayah Koloni, Roma mewajibkan kota pembayar upeti (civitates). Model neo-kolonialis Indonesia di West Papua sama dengan Roma waktu itu. Hanya saja untuk West Papua sebagai pembayar UPETI dengan Papua telah Menyerahkan Sumber Daya Alam (Mis. Freeport) kepada pemerintah neo-kolonialis Indonesia.
Seperti halnya Kolonial Romawi, Indonesia Mempraktekan Pemekaran dan OTSUS sebagai perpanjangan tangan dari neo-kolonialisme Indonesia di West Papua.
Devide et Impera: Julius Cesar((skt. 13 Juli 100 SM–15 Maret 44 SM) adalah seorang pemimpin militer dan politikus Romawi yang kekuasaannya terhadap Gallia Comata memperluas dunia Romawi hingga Oceanus Atlanticus, melancarkan serangan Romawi pertama ke Britania, dan memperkenalkan pengaruh Romawi terhadap Gaul (Prancis kini).
Strategi ini dipopulerkan oleh Julius Cesar dalam upayanya membangun kekaisaran Romawi. Caranya adalah dengan menimbulkan perpecahan di suatu wilayah sehingga mudah untuk dikuasai. Dalam konteks lain, devide et impera juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat. Seiring waktu, devide et impera juga dikenal sebagai politik pecah belah atau politik adu domba.

Post a Comment