MAHASISWA YANG BELAJAR DAN MEMBACA
![]() |
| Pic: Ilustrasi aktivitas membaca/geolge.2021 |
Oleh: (Benny Makewa Pigai, SE, MA)
Panyalin:
Yagai Wiyai
Belajar
dan mengajar ini tidak mengenal ruang dan waktu. Belajar tidak hanya di ruang
kelas. Tetapi semua orang bisa belajar dan membaca dimana pun dan kapan pun
soal ada keinginan mau belajar dan belajar membaca ini menemukan tujuan kuliah
bagi mahasiswa adalah untuk menyelesaikan setiap semester dan lulus mata-mata
kuliah yang diambil.
Mahasiswa
belajar bukan semata berkenalan dengan kertas yang berwarna kumpulan huruf,
kata, tulisan, kalimat yang teramkum dalam silabus ataupun buku, namun belajar
untuk merancang sebuah hidup dan menanamkan semangat untuk menempatkan setiap
orang bisa mengenal diri dan linkungannya dengan penuh pandangan terbuka. Belajara
bisa mengelola diri agar kepribadiannya terbentuk supaya hidup dan kehidupannya
terbangun harapan-harapan baru yang lebih bermakna dan bernilai di masa depan. Belajar
menekuni dan membaca ini menjadi pintu
mengalami hal baru dari sesuatu yang sudah dipelajari.
Mahasiswa
sebuah perguruan tinggi itu dibentuk selain belajar dan membaca, juga kurikulum
lembaga tertinggi itu pun menentukan keberhasilan dan kemajuan mahasiswa didik.
Karena itu, ISSP merancang kurikulum ini sesuai kondisi daerah. Gereja, dan
masyarakat tanah papua yang ada hari ini dengan sekelimut persoalan hidup yang
di alami . ketika mahasiswa didik terjun lansung ditengah masyarakat melibatkan
diri serta terlimbat dalam kehidupan nyata maka mahasiswa yang belajar dan membaca
ini akan mampu melihat kenyataan hidup dan mampu membimbing dan membawa
perubahan dalam kehidupan masyarakat. Kurikulum dengan pola pendidikan Institute
Studi Social dan Pastoral Zakheus Pakage (ISSP) Enarotali, Paniai-Papua. ini
dalam upaya mewujudkan pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan mahasiswa
didik akan sangat menentukan keberhasilan dalam pendidikan bagi mahasiswa yang
benyak membaca buku di ruang kelas, di rumah atau dimana saja.
Mahasiswa
bukan sekedar kuliah di ruang kelas saja tetapi juga mengolah diri dalam hal
rohani melalui aktivitas senat mahasiswa dibawah pengaruh pembantu rektor
bidang kemahasiswaan. Aktivitas senat dibawah pengaruh bidang ini mendorong dan
menghasilkan pribadi-pribadi yang berwatak pekerja keras dan berintegritas yang
tinggi. Kita memulai lembaga perguruan tinggi ini dengan keputusan ini bekerja
di lembaga perguruan tinggi ini tetapi saat memulai tugas ini kita semua tidak
tahu apa yang kami lakukan untuk tugas gembala ini. itulah janji kita dengan
Tuhan dan wajib kita tingkatkan semangat dan tugas kita mendidik mahasiswa mendorong
membaca dan menggunakan waktu sebaik-baiknya supaya semakin lama semakin
membaik. Semua kita mempunyai kemampuan yang berbeda tetapi kebangkan semuanya
dengan doa dan tindakan di kelas adalah upaya kita menyenangkan Tuhan (Amsal 13
ayat 19).
Mahasiswa
harus berusaha menjadi mahasiswa yang sudah berubah mengikuti irama hidup untuk
menjadikan hidup lebih mendiri selama hari-hari menjalani masa studi di bangku
perkuliahan. Mahasiswa tidak harus bergantung pada orang tua anda harus mencari
nafka hidup sendiri untuk dijadikan tambahan uang kuliah ialah banyak jenis
pekerjaan yang kelihatannya remeh-remah (biasa-biasa) misalnya membantu
berjualan buku-buku, kue-kue buatan mama-mama asli papua sambil jalan santai,
menyapu, menyiram dan lain sebagainya sambil membaca buku. Hal ini diibangun
oleh mahasiswa ISSP untuk memenuhi sebagian kebutuhan hidup dari hasil jerih
payah sendiri selama kuliah, bisa dibilang kuliah sambil kerja.
Mahasiswa
menggukan waktu sebaik-baiknya terutama membaca, belajar dan bekerja karena
mahasiswa itu dipandang sebagai kaum intelektual yang oleh karena wawasan dan
pengetahuan anda semakin luas yang diperoleh oleh dosen selaku pengajar dan
dibaca sendiri dari buku-buku untuk memperluas pengeutahuan. Jika mahasiswa
membangun diri dan bisa menalar atau mengembangkan maka memilki kemampuan
berpikir bebas dan kritis untuk memecakan atau mencari solusi atas sebuah
permasalahan; atau menjadi mahasiswa yang tepat dan tidak mudah terpancing
dengan isu-isu yang sedang dikembang masyarakat intelektual orang Mee mengenai keberadaan perguruan tinggi
dari sisi pengakuan kopertis atau akreditasi, padahal ada upaya perguruan
tinggi mendapat Ijasah Negara bekerjasama dengan perguruan tinggi lain sambil
berjuang melengkapi syarat-syarat pendirian dengan akreditasi.
Mahasiswa
ISSP lupakan apapun isu tetapi saya yakin apabila ada mahasiswa yang pandai
pandai waktu akan mengalami kemajuan dalam hidup. Selama kuliah diharuskan
mulai hidup menggunakan waktu karena salah satu kunci sukses hidup mandiri
adalah waktu. Ini berarti tahu waktu membaca, tahu waktu untuk kuliah,
belajaran ke perpustakaan mengerjakan tugas, kapan harus berdiskusi dengan
dosen dan teman dan semuanya ini tentu membuat seseorang semakin terarah dengan
baik pula. Saya harap mahasiswa ISSP galakkan
budaya membaca, dan menulis karena dewasa ini mahasiswa yang sekolah di daerah,
maupun berbagai perguruan tingi negeri dan swasta di tanah papua maupun di luar
papua banyak sorotan dan daya intelektualnya seperti membaca, menulis, dan
diskusi, penelitian dan mereka terjebak dan budaya bersenang-senang. Perpustakaan
banyak sepi dan ramai di jalan-jalan raya, keliling kota dan di kota banyak
mahasiswa berasa di mall atau pusat-pusat pembelajaran.
Ingat,
membaca adalan jendela dunia maka saat membuka dan membaca buku diibaratkan
membuka jendela dunia. Anda melihat dunia ini melalui jalan membaca. Memang tujuan
membaca adalah untuk mengerti dan memahami makna atau arti yang terkandung
dalam bacaan itu, maka membaca sangat penting bagi kehidupan mahasiswa karena
dengan membaca dapat memberikan berbagai pengetahuan. Mahasiswa yang rajin
membaca buku akan mudah menyerap dan menganalisa setiap informasi dan mudah
menyampaikan gagasan dan menyimpulkan serta mudah terbuka pengetuannya. Karena itu,
membaca menulis adalah dua tangga menuju sukses bagi warga kampus supaya
melakukan perubahan (revolusi) terjadi kehidupan Bangsa dan Negara papua
kedepan.
Belajar
membaca dan memahami apa yang dibaca ini penting untuk memaksimalkan apa yang
dipelajari. Belajar dan membaca buku ini sebagai jalan memahami sesuatu dan
tidak ada namun menjadi pintar dikelas, tetapi hanya melalui cara membaca
banyak membaca buku ini. barang siapa yang ingin membaca banyak buku maka ia
telah memiliki juga kemampuan ialah menguasai sejumlah pengetahuan, mengetahui
sejumlah keterampilan dan memahami arti kearifan bagi kehidupan. Segala sesuatu
belajar apabila mulai membaca itu sejak masih kecil atau pengetahuan yang
menuntun kepribadiannya lebih kreatif dan mudah menyerap berbagai informasi
melalui indera yang miliki.
Refrensi: “Buku_Berjuang
Untuk Berubah” (Benny Makewa Pigai, SE, MA)
Sekilas Sejarah,
Panduan Akademik dan Kemasiswaan pada Perguan Tinggi Institute Studi Social dan
Pastoral Zakheus Pakage Enarotali, Paniai-Papua.)

Post a Comment