Header Ads

test

Benarkah Natal adalah Solusi Kedamaian di West Papua ...?

 

Foto: Paus/Doc/Geolge
Hampir semua peristiwa kekerasan dan Pelanggaran HAM di West Papua terjadi saat-saat mendekati Perayaan Natal atau katakanlah Bulan Desember. Ini menjadi pengetahuan umumnya, pada saat bulan Desember mayoritas orang Papua yang beragama Kristen sedang mempersiapkan diri menyongsong kelahiran Isa Al-Masih. 

Pada bulan tersebut, semua pikiran, tenaga dan finansial dipersiapkan. Ada yang menyusun rencana pulang kampung, ada yang menyusun rencana pertobatan. 

Saat saat itulah Gereja mengarahkan Orang Kristen Papua untuk mempersiapkan hati menyambut Yesus Kristus dan Mendorong umat Kristen agar saling mengampuni satu sama lain. 

NKRI sangat memahaminya, sehingga momen seperti ini malahan dimanfaatkan untuk melakukan Kekerasan yang berujung pada pelanggaran HAM di Papua. 

Saat orang protes terhadap tindakan kekerasan negara, Natal menjadi solusi peredam amarah rakyat Papua. Ya, begitulah menjadi kebiasaan yang terus terpelihara....

Padahal, saat peristiwa kelahiran Isa Al-Masih, Roma saat itu memaksakan Jajak Penduduk untuk mengurangi Populasi Bangsa Israel dengan menekan angkah kelahiran Bayi Laki-Laki Sulung. Peristiwa krusial dialami Isa Al-Masih, tidak ada tempat sehingga terpaksa dilahirkan di Kandang yang hina. BNN

Ya, Natal saat ini memang bedah, belum ada yang berpikir untuk rayakan Natal yang benar-benar damai di Papua.

Kedamaian Palsu menjadi Tawaran Empuk Natal di West Papua. Dan anehnya, Orang malahan bangga dengan Kedamaian Palsu yang ditawarkan dalam bentuk Hadiah Natal, kelahiran Isa Al-Masih. 

Banyak gereja yang malahan mempertahankannya dan mengajarkan doktrin kedamaian palsu Natal di West Papua. 

Pernak-pernik, kue, baju baru dan hewan kurban dipersiapkan untuk menyambut Kepalsuan Natal di West Papua.

Ya, semoga Isa Al-Masih;  Yesus Kristus yang lahir pada bulan Desember nanti, mampu diwartakan secara nyata di West Papua sesuai dengan konteks West Papua saat ini...

Chridoisme

UNIKAB

No comments